Indonesia Perencanaan pada MoU dengan Arab SaudiPemerintah berjuang untuk melindungi pekerja dari tindak kekerasan.Jum'at, 19 November 2010, 15:53 WIBIta Lismawati F. Malau Fina, Dwi YurhamiMarty Natalegawa (Foto AP)BERITA TERKAIT
* Pemerintah akan Check Out 3.000 Pekerja Anak
* Massive Lay-off Tidak Mei Ambil Tempat
* Indonesia Kekurangan Ribuan Pengawas
ILO * Harus Reformasi Sistem
* Malaysia Deportasi 100 Ribu Buruh Migran
VIVAnews - Indonesia mengalami pembicaraan tentang kemungkinan penandatanganan MoU dengan pemerintah Arab Saudi pada pemantauan pekerja migran Indonesia sebagai upaya untuk meminimalkan tindakan kekerasan seperti yang dilakukan terhadap Sumiati, seorang pembantu Indonesia yang bekerja di negara itu.
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan Arab Saudi tidak memiliki MoU dengan negara pada pekerja migran di sektor informal. "Kami akan tetap mencoba untuk membuat kemungkinan penandatanganan MoU tersebut," kata Marty wartawan hari ini, 19 November.
MoU menggarisbawahi isu penting daripada pekerja di sektor informal, terutama di rumah, harus dipantau. "Ini merupakan tantangan tersendiri," katanya.
Mayoritas pekerja migran Indonesia mencari nafkah di luar negeri tidak berhubungan dengan masalah. Meskipun demikian, pemerintah berjuang untuk melindungi pekerja dari tindak kekerasan.
Dia pergi bersama dengan Amnesty International yang telah mengutuk seperti itu adalah perbuatan kekerasan yang dilakukan terhadap Sumiati.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sumiati, putri Salan Mustapa, secara brutal disiksa oleh majikannya setelah tiga bulan bekerja di sebuah keluarga di Madinah, Arab Saudi.
Dia menderita luka bakar parah. Kedua kakinya hampir lumpuh. bibir atas wanita itu dipotong.
-
Diterjemahkan oleh: Bonardo Maulana W• VIVAnews
* Pemerintah akan Check Out 3.000 Pekerja Anak
* Massive Lay-off Tidak Mei Ambil Tempat
* Indonesia Kekurangan Ribuan Pengawas
ILO * Harus Reformasi Sistem
* Malaysia Deportasi 100 Ribu Buruh Migran
VIVAnews - Indonesia mengalami pembicaraan tentang kemungkinan penandatanganan MoU dengan pemerintah Arab Saudi pada pemantauan pekerja migran Indonesia sebagai upaya untuk meminimalkan tindakan kekerasan seperti yang dilakukan terhadap Sumiati, seorang pembantu Indonesia yang bekerja di negara itu.
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan Arab Saudi tidak memiliki MoU dengan negara pada pekerja migran di sektor informal. "Kami akan tetap mencoba untuk membuat kemungkinan penandatanganan MoU tersebut," kata Marty wartawan hari ini, 19 November.
MoU menggarisbawahi isu penting daripada pekerja di sektor informal, terutama di rumah, harus dipantau. "Ini merupakan tantangan tersendiri," katanya.
Mayoritas pekerja migran Indonesia mencari nafkah di luar negeri tidak berhubungan dengan masalah. Meskipun demikian, pemerintah berjuang untuk melindungi pekerja dari tindak kekerasan.
Dia pergi bersama dengan Amnesty International yang telah mengutuk seperti itu adalah perbuatan kekerasan yang dilakukan terhadap Sumiati.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sumiati, putri Salan Mustapa, secara brutal disiksa oleh majikannya setelah tiga bulan bekerja di sebuah keluarga di Madinah, Arab Saudi.
Dia menderita luka bakar parah. Kedua kakinya hampir lumpuh. bibir atas wanita itu dipotong.
-
Diterjemahkan oleh: Bonardo Maulana W• VIVAnews

No comments:
Post a Comment
silahkan